Sajak-sajak Mada

Sebuah Ruang Untuk Menyapa Sajak-Sajak Mada

DISINI

Ditulis oleh puisimada di/pada November 5, 2008

Debu dari langkah yang tertinggal sudah menua.

Aku tahu. Tetapi kenapa ada ragu.

Aku bisa saja menghapus debu itu dan menghalau ragu.

Aku disini,  menanti debu lain . menghapus ragu.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

CITAKU MENULIS PANDANG

Ditulis oleh puisimada di/pada Oktober 19, 2008

Aku masih ingin menulis

Pernah terlintas dalam usia belia, aku ingin menulis.

Menggambar dengan kalimat setiap kesan yang terlihat.

Hasrat masih di sana, di kalbu, dan tak pernah luntur.

Perjalanan ku sering menggoda, sehingga kalimat dalam kepala nyaris terhapus.

Setiap wajah yang yang tertambat , untungnya, mewarna kabur tinta.

Aku , masih ingin menulis.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Ditulis oleh puisimada di/pada Agustus 19, 2008

Kata

 

Aku ingin ada kata di kanvasmu, bolehkah?

Kata kata ku yang akan kukatakan adalah kata hatiku.

Kalau warna mu menolak kataku,  lekatkan saja di sudut , tapi kalau boleh tetap terlihat.

Aku yakin kata ku warnamu tak akan  berseteru

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Ditulis oleh puisimada di/pada Agustus 19, 2008

Merangas

 

Keringat akar mongering, batang mengeluh

Daun hijau meronta menolak menguning

Beberapa ranting menyentuh atap tanah

Besok hari serpihan daun tua menyapa

Maaf, kartu kredit anda di blokir

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Ditulis oleh puisimada di/pada Juli 26, 2008

Gambar Dalam Gumpalan Putih

 

Ruang itu tergambar dalam gumpalan putih

Tersimpan berpuluh malam

Ruang memelihara ruang

Aku takjub ketika menjelma

Ruang itu lepas dari gumpalan putih dan memadat dalam pandang.

Ruang lain datang  kembali terbungkus

Ruang dan apapun yang terfikir akan terbungkus dan terjelma, bila hasrat meronta.

 

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Seperti

Ditulis oleh puisimada di/pada Juni 6, 2008

Seperti

 

Cepat , tak teringat.

Sepertinya aku baru menulis mimpi itu

Kenyal kulit berubah.

Warna mahkota berganti, sebagian.

Model baju dan celana berganti.

Bentuk raga tak menggoda.

Namun tatapan, hasrat, gelora, tetap seperti ketika semuanya seperti.

Aku akan selalu seperti.

Paling tidak sesuatu yang dapat kubuat seperti.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Harusnya aku bersimpuh

Ditulis oleh puisimada di/pada Juni 4, 2008

Harusnya aku bersimpuh

 

Kadang aku tak tahu, gelora ada dimana.

Aku tahu  hati terhasut, Tapi tak kuasa mematikan gambar itu.

Saat ingin untuk bersimpuh, selalu kenyamanan semu menggoda.

Aku ingin saat itu hadir. Aku ingin kukalahkan hasut

Harusnya aku selalu bersimpuh dan kukalahkan hasut.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Kubasuh

Ditulis oleh puisimada di/pada Mei 28, 2008

Kubasuh

Aku peduli pada hijau itu karena aku ingin.

Ketika redup kubasahi semangat hidupnya.

Kunanti esok, kulihat yang baru.

Indah warnanya. Aku suka.

Warna itu memanggil hasrat ku setiap redup.

Kubasuh warnanya, hilang debunya.

Pada terang besok, ada yang baru, merah yang segar.

Aku suka, karena selalu ada harapan esok pagi, warna yang baru.

Aku berdoa, ada segar yang baru.

Aku ingin,ada tumbuh yang baru.

Aku peduli pada hijau itu, Aku basuh peduliku.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

MENJADI AKU

Ditulis oleh puisimada di/pada Mei 24, 2008

MENJADI AKU

 

Senang sekali, aku,menjadi aku.

Pekerjaan hampir menjadi aku.

Rumah menjadi aku, walau belum lengkap

Koleksi buku, menjadi aku dan tergambar aku.

Senang sekali, aku, menjadi aku.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

AKU YANG LAIN

Ditulis oleh puisimada di/pada Mei 21, 2008

AKU YANG LAIN

Tak terasa dia sudah empat belas tahun.

Tadi malam aku melihat aku dalam tubuhnya.

 Ada aku dalam lapangan tempat bermain bolanya.

 

Ada aku dalam perdebatan dengan teman-temannya.

 

Ada aku dalam kekurang adaptifannya terhadap sesuatu yang baru.

 

Ada aku dalam keseukaannya pada musik.

 

Ada aku dalam ukuran sepatunya yang besar.

 

Ada aku dalam selera makannya.

 

Ada aku dalam sesuatu yang belum ada, mungkin.

 

Bukan aku dalam tinggi badannya.

 

Dia aku yang lain.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »